Ilustrasi, sumber foto: Istimewa
Orgasme sering kali dilihat sebagai "garis akhir" yang dinantikan sebagian besar pasangan dalam hubungan seks. Namun, ada perbedaan antara orgasme wanita dan pria.
Ternyata wanita bisa mengalami beberapa jenis orgasme, dua di antaranya orgasme klitoris dan vagina. Lantas, apa perbedaan keduanya dan mana yang paling memuaskan bagi wanita? Cari tahu melalui penjelasan berikut ini!
1. Pahami dulu seperti apa orgasme itu
Sebelum melangkah lebih jauh, kita perlu memahami terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan orgasme. Saat seseorang bergairah atau terangsang, aliran darah ke alat kelamin meningkat. Ini membuat area genital lebih sensitif. Akibatnya, detak jantung, laju pernapasan, dan tekanan darah pun meningkat.
Melansir Medical News Today, orgasme membuat otot vagina berkedut atau kejang. Wanita dapat mengalami banyak orgasme atau orgasme berturut-turut pada satu waktu. Sedangkan pria perlu jeda untuk istirahat sebelum bisa merasakan orgasme berikutnya.
2. Stimulasi klitoris membuat orgasme lebih mudah
Klitoris terletak di depan vulva, di bawah tudung klitoris, yang merupakan bagian segitiga yang menghubungkan ke labia. Bagian ini terdiri dari seikat ujung saraf sensitif. Penjelasan ini berdasarkan laporan di jurnal Clinical Anatomy tahun 2013.
Uniknya, klitoris secara anatomis mirip dengan penis. Klitoris bisa membengkak, membesar, dan menjadi lebih sensitif saat terangsang secara seksual. Karena itu, rangsangan pada klitoris juga merupakan cara termudah untuk orgasme bagi wanita.
Hal tersebut dibuktikan dalam penelitian berjudul “Women's Experiences with Genital Touching, Sexual Pleasure, and Orgasm: Results from a US Probability Sample of Women Ages 18 to 94” yang diterbitkan dalam Journal of Sex & Marital Therapy tahun 2017.
Penelitian tersebut melibatkan lebih dari 1.000 wanita AS. Sekitar 7 dari 10 orang yang melakukan hubungan seks heteroseksual mengatakan mereka membutuhkan rangsangan klitoris untuk orgasme.
3. Wanita yang orgasme dengan merangsang klitoris memiliki dorongan seks yang lebih tinggi
Dalam studi berjudul "Clitorally Stimulated Orgasms Are Associated With Better Control of Sexual Desire, and Not Associated with Depression or Anxiety, Compared With Vaginally Stimulated Orgasms" yang diterbitkan dalam The Journal of Sexual Medicine tahun 2016, ditemukan bahwa wanita yang mengalami orgasme merangsang klitoris memiliki dorongan seks yang lebih tinggi.
Penelitian ini melibatkan 88 wanita berusia 18-53 tahun. Mereka ditanyai pertanyaan rinci tentang pengalaman orgasme mereka dan hubungannya dengan riwayat seksual, depresi, dan kecemasan. Kemudian, mereka disuruh menonton film-film yang netral dan bersifat seksual.
Hasilnya, 64 persen wanita melaporkan bahwa rangsangan klitoris dan vagina berkontribusi untuk mencapai orgasme. Wanita yang orgasme dengan merangsang klitoris dilaporkan memiliki dorongan seks yang lebih tinggi dan kontrol yang lebih besar atas gairah seksual mereka.
4. Lantas, bagaimana dengan orgasme berkat rangsangan vagina?
Orgasme vagina adalah orgasme akibat rangsangan vagina. Melansir Hello Clue, tidak ada organ tubuh lain yang sengaja dirangsang kecuali vagina, meskipun klitoris dan bagian tubuh lainnya mungkin secara tidak sengaja tersentuh dalam prosesnya.
Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Sex & Marital Therapy pada tahun 2017, 1 dari 5 wanita dilaporkan bisa orgasme melalui rangsangan vagina tanpa rangsangan klitoris.
Dalam penelitian yang sama dijelaskan bahwa rangsangan klitoris yang disengaja menghasilkan orgasme yang lebih baik daripada penetrasi.
5. Kemungkinan, orgasme vagina berhubungan dengan G-spot
Melansir NetDoctor, G-spot adalah zona sensitif seksual yang terletak tepat di bawah dinding depan vagina.
Menurut dr Sarah Welsh, seorang dokter kandungan, bila dirangsang G-spot bisa menyebabkan gairah seksual, orgasme, dan ejakulasi pada wanita. Nama G-spot diambil dari nama seorang ginekolog Jerman bernama Ernst Grafenberg.
Ia yakin bahwa ia menemukan zona sensitif seksual baru yang terletak di dekat dinding depan vagina. Kemudian, ia mempublikasikan temuannya dalam International Journal of Sexology tahun 1950 dengan judul "The Role of the Urethra in Female Orgasm".
6. Apa manfaat orgasme bagi wanita?
Tolok ukur mana yang lebih memuaskan antara orgasme klitoris dan vagina, setiap orang memiliki pengalaman dan subjektivitasnya masing-masing. Namun, keduanya memiliki manfaat yang sama.
Melansir Medical News Today, orgasme dapat meningkatkan mood, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, menghilangkan stres, dan menciptakan hubungan yang lebih baik dengan pasangan.
Salah satu efek orgasme terhadap sistem kekebalan tubuh dibuktikan dengan penelitian bertajuk "Sexual Frequency and Salivary Immunoglobulin A (IgA)" yang diterbitkan dalam jurnal Psychological Reports tahun 2004. Ditemukan bahwa mereka yang berhubungan seks 1-2 kali seminggu memiliki kadar imunoglobulin 30 persen lebih. tinggi.
7. Bagaimana dengan wanita yang tidak bisa orgasme?
Mengutip ABC News, ada sebuah penelitian yang menemukan bahwa 10-15 persen wanita tidak bisa mencapai klimaks. Sementara, 75 persen wanita tidak bisa orgasme hanya dengan hubungan seksual, dan membutuhkan bantuan melalui mainan seks, stimulasi tangan, atau stimulasi lidah.
Ada banyak hal yang bisa membuat wanita sulit orgasme, seperti trauma, masalah hubungan, dan kesehatan mental yang buruk.
Ada juga yang merasa sulit orgasme karena pelumasan yang kurang memadai. Kekeringan vagina dapat disebabkan oleh kontrasepsi hormonal, efek sebelum atau sesudah kehamilan, atau karena menopause.
Wanita yang mengalami vulvodynia mungkin juga mengalami kesulitan orgasme. Vulvodynia mengacu pada nyeri di vagina atau di sekitar vulva yang dapat mengurangi kenikmatan seksual.
Tentu, tidak perlu merasa cemas atau malu untuk mengakui bahwa sulit mencapai orgasme, baik melalui rangsangan klitoris maupun vagina. Tidak ada salahnya berkonsultasi dengan ahlinya, sehingga kamu bisa mendapatkan penanganan yang tepat jika ada masalah.
Situs Poker Online, Poker88, Agen Judi Poker Online

No comments:
Post a Comment