Karena Jual Barang Impor, Megawati Kritik Tokopedia - TRIANGULAR

Home Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Your Ad Spot

Wednesday, August 25, 2021

Karena Jual Barang Impor, Megawati Kritik Tokopedia

 

Omnia Slot - Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. Foto: Istimewa


Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri mengkritik Tokopedia, karena belakangan ini mereka sering menemukan barang-barang yang bukan buatan Indonesia. Kritik ini disampaikan Mega dalam webinar yang juga dihadiri oleh CEO Tokopedia, William Tanuwijaya.


“Kalau kami browsing di Tokopedia kenapa ya yang disuguhkan selalu sekarang, artinya, nanti juga bisa berubah, barang-barangnya buatan made non Indonesia,” kata Mega saat menjadi pembicara di webinar dengan topik “Sarasehan Nasional Indonesia Muda Membaca Bung Karno " pada Selasa (29/6/2021), yang disiarkan di kanal YouTube Megawati Institute.


Hal itu, kata dia, bertentangan dengan keinginan Presiden Joko Widodo yang ingin membantu UKM. Terutama melalui platform e-commerce.


Dalam webinar tersebut, Mega mengaku turut membantu perkembangan UMKM. Ia beralasan karena sektor UMKM mudah ditipu. Sektor ini butuh uluran tangan, kata Mega, karena mereka sangat rapuh dan cinta Indonesia.


"Itu sebabnya mereka menunjukkannya dari sisi seni. Ada yang buat batik, keranjang, tenun, kalung, whatever," ujarnya lagi.


Selain William, acara tersebut juga dihadiri oleh tokoh masyarakat lainnya seperti Staf Khusus Presiden Bidang Entrepreneur, Putri Tanjung, pendiri platform kitabisa.com, Alfatih Timur, hingga aktris dan penyanyi Cinta Laura. Apa komentar William setelah dikritik Tokopedia tidak lagi menjual produk buatan Indonesia?


Megawati berharap pengusaha muda membuka lapangan pekerjaan bagi kalangan menengah ke bawah


Dalam webinar tersebut, Mega berpesan kepada para pengusaha muda untuk turut serta menciptakan lapangan pekerjaan bagi kalangan menengah ke bawah. Peluang kerja yang ada tidak hanya untuk kalangan menengah ke atas.


“Kalian juga harus bisa membuka akses ke grass roots agar mereka bisa menikmati hal yang sama,” kata Mega kepada pengusaha muda.


Pesan tersebut juga dipercayakan kepada Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi yang juga pemilik perusahaan Unicorn, GoJek, Nadiem Makarim.


"Saya selalu ribut dengan Beliau (Nadiem) tolong dong rakyat kebanyakan yang akses untuk bisa naik dan maju, itu praktis masih jauh. Sementara, jumlah penduduk Indonesia ada 270 juta jiwa," kata wanita pertama yang pernah menjadi presiden di Indonesia.


Ia juga berharap para pengusaha muda dapat membantu memperkenalkan seni rupa Indonesia ke dunia internasional. Namun, kesenian Indonesia harus dipatenkan terlebih dahulu agar tidak bisa diklaim oleh negara lain.


Mega mencontohkan kain Endek Bali yang akhirnya diperhatikan oleh rumah mode dunia Dior dan dijadikan bahan salah satu koleksi mereka. Padahal, harga kain per meternya berkisar Rp. 120.000 menjadi Rp. 160.000.


“Can you imagine harganya jadi berapa setelah digunakan oleh Dior? Bukannya saya anti asing, tapi mereka (pengusaha UMKM) harus dituntun dari hulu hingga ke hilir,” kata Mega.


Putri Tanjung menilai UMKM dapat bertahan dari pandemi jika terhubung dengan ekosistem digital


Sementara itu, dalam webinar, Staf Khusus Presiden Bidang Kewirausahaan, Putri Tanjung mengakui UMKM merupakan salah satu sektor yang paling terdampak pandemi COVID-19. Ada sekitar 15 ribu UMKM yang gulung tikar akibat pandemi.


“Mereka gulung tikar karena tidak connect ke ekosistem digital. Di situ saya berpikir seharusnya di sini anak muda bisa berperan untuk membantu,” kata Putri.


Dari hasil keliling ke beberapa lokasi di Indonesia, Putri menyaksikan secara langsung anak muda mengembangkan aplikasi untuk menjawab permasalahan.


“Saya bertemu Wahyu, aplikasi buatan anak bangsa, anak Indonesia yang membantu warteg-warteg agar bisa terhubung secara digital,” ujarnya.


Ia kemudian berkolaborasi dengan Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki dan membuat program bernama Pahlawan Digital. Melalui program ini, Putri dan Teten ingin berkolaborasi dengan anak muda yang membuat aplikasi untuk membantu UMKM.


Tokopedia membantah menjual produk yang diimpor langsung dari luar Indonesia


Pernyataan Megawati dalam webinar tersebut langsung dibantah oleh Tokopedia. Vice of Corporate Communications Tokopedia, Nuraini Razak menegaskan, Tokopedia merupakan marketplace domestik yang hanya menerima penjual dari Indonesia. Mereka juga hanya memfasilitasi transaksi dari Indonesia dan untuk Indonesia.


“Pejual di Tokopedia hampir 100 persen merupakan UMKM lokal sehingga pasar Indonesia dinikmati sepenuhnya oleh pelaku usaha domestik. Alhasil, ekonomi berputar di dalam negeri,” kata Nuraini dalam keterangan tertulis hari ini.


Dia juga menambahkan bahwa Tokopedia tidak memfasilitasi impor langsung dari penjual asing di platform mereka.

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Your Ad Spot