Kebutuhan manusia tampaknya semakin beragam dari waktu ke waktu. Jika dulu kita mungkin hanya mengenal kebutuhan primer dan sekunder, juga dikenal sebagai kebutuhan utama dan hal-hal lain yang tidak terlalu penting, sekarang ada kebutuhan akan pengakuan dan perasaan dihargai. Baik itu pekerjaan, keluarga, persahabatan sampai segala macam kelumit tentang percintaan. Nah, hal terakhir inilah yang seringkali membuat seseorang melupakan dirinya sendiri.
Lihat saja orang-orang di luar sana yang selalu ingin menyenangkan orang lain dengan pengorbanan dan dengan berbagai cara, dari yang biasa hingga yang tidak biasa. Kita sendiri mungkin pernah melakukannya, bukan? Semuanya dilakukan untuk membuat orang lain merasa dihargai, namun terkadang hal-hal yang dilakukan menyulitkan diri sendiri. Namanya juga manusia, pasti banyak banget tipikalnya.
1. Tuntutan sosial saat ini lebih berat, semuanya membutuhkan pengorbanan yang besar
Tidak dapat disangkal bahwa tuntutan sosial saat ini bisa dibilang lebih keras daripada di masa lalu. Apalagi jika menyangkut hubungan dengan orang lain yang melibatkan perasaan. Bagaimanapun, jika Anda tampaknya tidak berkorban sampai Anda jungkir balik dan berdarah, itu berarti Anda tidak pantas mendapatkan apa yang Anda inginkan. Maka tak heran jika banyak orang, termasuk kita sendiri, kerap melakukan hal-hal yang didedikasikan untuk orang lain. Mulai dari hal yang paling sepele seperti waktu. Bukan hal yang aneh, kita mengorbankan waktu untuk hal-hal yang lebih penting hanya untuk mendapatkan pengakuan dari orang lain?
2. Baik itu untuk pacar, teman, urusan pekerjaan, jangan menyusahkan diri sendiri. Pikirkan batasan satu sama lain
Pengorbanan memang baik, artinya Anda memiliki sesuatu untuk diberikan kepada orang lain, terutama yang menurut Anda istimewa. Bisa dari dunia kerja, tentang keluarga, dari hal-hal yang penuh percintaan yang kita semua tidak akan pernah lulus darinya. Disuruh ini mau, disuruh itu bukan menolak, tapi sudah penat terlebih dahulu ketika mau nyenengin diri sendiri karena semuanya didedikasikan untuk orang lain. Percuma juga membuat orang lain bahagia tapi tak pernah nyenengin diri sendiri. Apa yang dilakukan orang itu sih? Mengapa begitu hobi bersusah payah berkorban di depan orang lain, padahal tidak pernah ada waktu untuk diri sendiri. Mbok, ingat batas!
3. Tidak apa-apa berkorban, tapi jangan konyol. Mereka yang diberi pengorbanan tidak bisa menghargai
Padahal, tidak ada salahnya berkorban untuk orang lain. Ketika Anda akan diminta untuk membeli bahan makanan dari gerai oleh Ibu Anda, hal ini juga terkait erat dengan yang namanya berkorban. Apalagi untuk mendapatkan sesuatu atau hal-hal yang dianggap penting dan sayang untuk dilepaskan. Masalahnya, kita sering dibutakan oleh definisi berkorban. Intinya, kalau mau berkorban harus ingat bahwa kita manusia, padahal sebagai manusia, kita sendiri punya keterbatasan. Ingat, jika kita berharap terlalu banyak dari orang lain, kekecewaan kita juga akan tinggi.
Ya, jika orang yang Anda beri pengorbanan mengerti dan menghargai apa yang Anda lakukan. Syukur-syukur bisa memberikan timbal balik apa yang telah Anda korbankan, tapi jika tidak? Waktu terbuang sia-sia, rugi emosi, rugi pikiran, malah yang ada pusing sendiri.


No comments:
Post a Comment