Begini Permintaan Insan Perfilman Kepada Presiden Jokowi - TRIANGULAR

Home Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Your Ad Spot

Thursday, March 11, 2021

Begini Permintaan Insan Perfilman Kepada Presiden Jokowi

Marcella Zalianty (kanan), Manoj Punjabi (tengah), dan Reza Rahadian (kiri), memberikan keterangan kepada pers seusai mewakili insan perfilman Indonesia menemui Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (9/3/2021). (Suara.com)


Presiden Joko Widodo "Jokowi" menerima kunjungan para insan perfilman Indonesia di Istana Kepresidenan, Selasa (9/3/2021). Setelah bertemu dengan Jokowi, produser film Manoj Punjabi mengatakan bahwa Presiden telah memberikan dukungan kepada perfilman Indonesia di tengah pandemi COVID-19.


Salah satu permintaan para insan perfilman itu adalah meminta Presiden Jokowi menonton film di bioskop. Pasalnya, dengan Jokowi menonton film di bioskop bisa memicu orang untuk menonton bioskop.


“Ini salah satu permintaan dan saran kami, jika presiden berani pergi ke bioskop akan membuat orang lain merasa percaya diri dan percaya diri bahwa itu aman karena protokol untuk bioskop sudah diatur dengan jelas sehingga kita nyaman. memakai masker, "kata Manoj dalam keterangan persnya di Kompleks. Istana, Jakarta Pusat, Selasa (9/3/2021).


Sebanyak 50 film ditunda karena pandemi COVID-19


Manoj menyampaikan, akibat pandemi COVID-19, ada puluhan film yang tertunda penayangannya. Untuk film besar, ada sekitar 20 film yang mengalami penundaan.


“Kurang lebih ada sekitar 40-50 film lebih pending. Mungkin film besar ada sekitar 15-20 film. Itu pending dari beberapa produser, beberapa PH yang belum mau rilis karena situasi ini,” kata Manoj.


Jokowi berjanji akan memberikan insentif pajak di industri film


Selain itu, Manoj mengatakan dalam pertemuan tersebut Jokowi juga akan memberikan insentif pajak bagi para pelaku film. Terkait dukungan tersebut, Manoj pun menyambut baik.


“Memang kalau ngomong pajak-pajak hiburan, tiap daerah punya ketentuan masing-masing. Jadi ini kalau dari pemerintah atas, dari pusat bisa centralize supaya kita dapat insentif film, Indonesia dapat insentif dari pajak tersebut selain stimulus yang lain," katanya.


Sineas meminta pemerintah memberikan sanksi kepada pembajak film


Tak hanya itu, para insan perfilman juga meminta komitmen pemerintah dalam memberantas pembajakan film. Ini agar perfilman Indonesia bisa bangkit kembali.


“Jadi kita meminta agar ada dukungan law enforcement yang lebih tegas lagi terhadap pembajakan dan juga ditinjau kembali UU pembajakan yang mana adanya perubahan dari UU Hak Cipta dari delik aduan menjadi delik biasa, kita sarankan untuk dikembalikan delik biasa agar adanya peran aktif dari negara dan Apgakum untuk menindak pelaku pembajakan," kata aktris Marcella Zalianty di lokasi yang sama.

Situs Poker Online, Poker88, Agen Judi Poker Online

 

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Your Ad Spot