Begini Tips Untuk Mengatasi Anak yang Posesif ke Mainannya - TRIANGULAR

Home Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Your Ad Spot

Tuesday, March 9, 2021

Begini Tips Untuk Mengatasi Anak yang Posesif ke Mainannya

 

Ilustrasi, sumber foto: balita.co

Anak yang posesif terhadap mainannya biasanya akan merasa kesal, marah, atau bahkan menangis saat mainannya dipinjam oleh orang lain. Seolah-olah tidak boleh ada yang memegang barang miliknya, termasuk orang tuanya. Jadi, bagaimana cara menanganinya?

Fase posesif pada anak terjadi pada usia 18 bulan hingga 4 tahun. Pada usia tersebut, anak sudah memiliki pemahaman bahwa barang yang mereka miliki adalah milik mereka sendiri. Itulah sebabnya tidak sedikit anak yang sangat posesif terhadap mainannya dan tidak mau berbagi dengan orang lain, bahkan dengan saudara kandungnya.

Tips Mengatasi Anak Posesif dengan Mainannya

Sebenarnya fase posesif pada anak adalah hal yang lumrah terjadi, kok, Bun. Selain posesif terhadap mainannya, anak juga bisa posesif terhadap Ibu, Ayah, atau orang terdekat yang mereka sayangi.

Namun, ini tidak boleh dianggap enteng dan Anda tidak boleh mengabaikan perilaku si kecil. Jika sifat posesif ini tidak terkontrol dengan baik, si kecil bisa berkembang menjadi pribadi yang egois dan tidak mau berbagi, lho. Jangan biarkan hal ini mempersulit untuk berteman di kemudian hari.

Nah, untuk mengatasi anak posesif dengan mainannya, berikut langkah-langkah yang bisa dilakukan:

1. Jangan memaksa anak

Hal pertama yang perlu dilakukan adalah jangan memaksa si anak. Semakin kita memaksanya untuk berbagi mainan, semakin sedikit dia akan mendengarkan apa yang kita katakan.

Bisa saja si kecil akan melakukan apa yang Anda perintahkan, namun terpaksa dan tanpa memahami arti dibalik nasihat Anda. Ini bahkan tidak melatihnya untuk berbagi, Bun. Boleh jadi, si kecil selalu kesal setiap kali harus berbagi.

2. Berikan penjelasan yang mudah dipahami anak

Memaksa seorang anak hanya akan membuatnya dalam mood yang buruk. Jika si kecil tidak ingin benda favorit orang lain disentuh, Anda harus menjelaskan kepadanya. Gunakan kalimat yang sesederhana mungkin, sehingga dia terbujuk untuk membagikan item tersebut.

Misalnya, “Dek, berbagi itu perbuatan yang baik, lho. Kalau Adek tidak mau berbagi dengan orang lain, nanti orang lain juga enggak mau berbagi dengan Adek. Coba deh bayangkan, kira-kira Adek suka enggak diperlakukan seperti itu".

Jika nilai berbagi terus diingatkan kepada sang buah hati, lambat laun hatinya akan tergerak untuk berbagi dan mulai dengan senang hati meminjamkan barang-barang kesayangannya.

3. Sering mengajak anak bermain bersama

Bermain bersama teman dapat melatih semangat berbagi anak secara alami dan juga bermanfaat untuk tumbuh kembang dan kecerdasan. Namun, di tengah pandemi seperti saat ini, sebaiknya si kecil bermain di rumah ya Bun.

Oleh karena itu, Bunda, Ayah, dan anggota keluarga lainnya harus bisa meluangkan waktu untuk mengajak si kecil bermain bersama. Momen ini juga bisa menjadi media pembelajaran agar ia mau membagikan atau meminjamkan barang-barang kesayangannya.

Ingat, berbagi tidak hanya dengan teman, anak harus belajar melakukannya dengan keluarga terdekat. Setelah memahami arti berbagi dengan keluarga, maka sikap berbagi dengan teman akan berkembang.

4. Ajari anak bernegosiasi

Mengajari anak-anak tentang arti negosiasi juga dapat membantu mereka kehilangan rasa posesif terhadap mainan mereka. Jika si kecil mulai terlihat pelit dan tidak mau meminjamkan mainannya kepada orang lain, daripada berteriak dan memarahinya, ada baiknya Ibu bernegosiasi dengannya.

Kunci untuk bernegosiasi adalah menemukan solusi yang sama-sama menguntungkan. Carilah solusi yang bisa membuat anak mau berbagi tanpa merasa kesal bahkan merasa diuntungkan setelahnya. Misalnya, jika dia ingin berbagi mainan, Ibu akan memperpanjang waktu bermainnya 10 menit.

Mengatasi anak yang posesif dengan mainannya memang tidak mudah dan butuh kesabaran ekstra agar si kecil mengerti apa yang Bunda ajarkan.

Jika setelah menerapkan tips-tips di atas anak masih belum mau berbagi dan masih posesif terhadap mainannya, jangan ragu untuk meminta nasihat psikolog khusus anak guna mengetahui cara mendidik anak yang sesuai dengan kepribadiannya.


Situs Poker Online, Poker88, Agen Judi Poker Online

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Your Ad Spot