Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko. tirto.id/Andrey Gromico
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menegaskan tidak ada tempat bagi teroris di Indonesia. Bahkan, kata dia, polisi akan terus mengejar teroris dan mengekspos sel teroris hingga ke akar-akarnya, sehingga tidak ada tempat untuk bersembunyi.
“Jadi, tidak ada tempat untuk bersembunyi bagi seluruh pihak yang terlibat dalam aksi terorisme di Indonesia, seluruhnya akan dibongkar. Upaya penegakan hukum akan dilaksanakan dengan tegas, adil dan seefektif mungkin,” kata Moeldoko dalam keterangan tertulisnya, Kamis (1/3/2021).
Moeldoko mengatakan bahwa negara hadir untuk menjamin keamanan rakyat Indonesia
Atas perintah Presiden Jokowi, kata Moeldoko, Kapolri, Panglima TNI, dan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) ditugaskan meningkatkan kewaspadaan. Hal itu dilakukan, kata Moeldoko, untuk meningkatkan keamanan.
“Hal demikian dilakukan untuk menjamin bahwa negara hadir untuk memastikan keamanan seluruh rakyat Indonesia dari rasa takut,” kata Moeldoko.
Moeldoko meminta masyarakat membantu aparat penegak hukum jika mengetahui informasi tentang aksi terorisme
Kemudian, mantan Panglima TNI ini menegaskan bahwa terorisme adalah musuh bersama. Ia pun mengimbau masyarakat untuk saling menjaga.
“Tetap waspada dan tenang, serta membantu aparat penegak hukum bila memiliki informasi maupun keterangan terkait aksi terorisme belakangan ini,” lanjut Moeldoko.
Jokowi meminta masyarakat tenang dan bersatu melawan terorisme
Seperti diberitakan sebelumnya, Presiden Joko Widodo "Jokowi" meminta masyarakat tenang terkait kejadian dugaan serangan teroris di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (31/3/2021) sore. Hal tersebut disampaikan Jokowi saat meresmikan Tol Serpong dan Cengkareng.
“Terkait dengan terjadinya aksi terorisme kemarin sore di Mabes Polri, saya minta kepada seluruh masyarakat di seluruh Tanah Air agar semuanya tetap tenang,” kata Jokowi dalam keterangannya yang disiarkan langsung di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (1/4/2021).
Meski meminta untuk tenang, Jokowi juga meminta masyarakat tetap waspada. Ia pun mengajak masyarakat bersatu melawan terorisme.
“Tetap waspada dan menjaga persatuan dan kita semuanya bersatu melawan terorisme,” ujarnya.
Selain itu, mantan Wali Kota Solo itu juga sudah meminta Kapolri, Panglima TNI, dan Kepala BIN untuk meningkatkan kewaspadaan. Ia menegaskan, terorisme harus segera diberantas dari dalam negeri.
"Saya tegaskan sekali lagi, tidak ada tempat bagi terorisme di Tanah Air," tegasnya.
Sebelumnya, ada dugaan serangan teroris di Mabes Polri, Rabu (31/3/2021) sore. Berdasarkan rekaman video yang beredar, pelaku menyerang petugas yang berjaga di depan Gedung Bareskrim Polri.
Usai peristiwa penyerangan tersebut, polisi menembak mati terduga teroris dalam baku tembak. Polisi dan terduga teroris mengakhiri baku tembak saat pelaku roboh di depan pintu masuk kawasan Rupatama Mabes Polri. Tembakan terjadi di area Gedung Mabes Polri, Jakarta Selatan pada pukul 16.45 WIB.
Situs Poker Online, Poker88, Agen Judi Poker Online

No comments:
Post a Comment