Terjadi Peningkatan Kasus Harian COVID-19 Capai 30 Kali Lipat di Kudus - TRIANGULAR

Home Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Your Ad Spot

Thursday, July 15, 2021

Terjadi Peningkatan Kasus Harian COVID-19 Capai 30 Kali Lipat di Kudus


Ilustrasi, sumber foto: jateng.inews.id

Omnia Slot - Lonjakan kasus COVID-19 di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, tidak bisa dipandang sebelah mata. Sebab, peningkatan kasus harian sudah mencapai 30 kali lipat dari angka normal.


Bupati Kudus Hartopo mengatakan setidaknya ada 60 desa dari 132 desa/kelurahan di Kabupaten Kudus yang masuk dalam kategori zona merah. Penularan penyakit yang berasal dari virus Sars-CoV-2 ini semakin meluas menyusul ditemukannya banyak kasus COVID-19 di puluhan desa.


"Sesuai dengan arahan Kapolri Jenderal (Pol) Listyo Sigit Prabowo diberikan penekanan agar penanganan COVID-19 di Kudus bisa lebih efektif," kata Hartopo, Minggu (6/6/2021) di Kudus, seperti dikutip dari kantor berita ANTARA.


Hal lain yang diinstruksikan Listyo adalah evaluasi penanganan COVID-19 diupdate setiap hari. Terutama di 60 desa yang dikatakan masuk zona merah.


Selain itu, mantan Kepala Satuan Bareskrim itu juga meminta agar dibangun Posko Satuan Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 di setiap desa yang berada di zona merah. “Petugas juga harus rutin melaporkan perkembangan data kasus terbaru sehingga bisa segera diketahui dan diambil langkah-langkah agar bisa turun kasusnya,” ujarnya.


Lalu, mengapa kasus COVID-19 di Kudus tiba-tiba melonjak?


Desa-desa di Kudus yang berada di zona merah berinisiatif melakukan lockdown


Menurut data Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, 60 desa yang masuk kategori zona merah tersebar di sembilan kecamatan dengan jumlah masing-masing kecamatan berbeda-beda. Dari 60 desa zona merah, kata Hartopo, paling banyak tersebar di Kecamatan Jekulo, ada 11 desa, disusul kecamatan Kota dan Jati. Setiap desa memiliki sembilan desa zona merah, sedangkan kecamatan lainnya bervariasi dari satu hingga delapan desa.


Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo juga mengunjungi salah satu desa yang masuk zona merah, yakni Desa Pedawang, Kecamatan Bae. Aparat desa setempat juga berinisiatif untuk melakukan lockdown desa. Disarankan kegiatan ini dilakukan di tingkat RT terlebih dahulu.


Total 659 pasien meninggal di Kudus, rumah sakit kewalahan


Akibat lonjakan drastis di Kudus, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto bersama Kapolri Jenderal (Pol) Listyo Sigit Prabowo dan Kepala BNPB Letjen TNI Ganip Warsito turun langsung ke lapangan. Menurut catatan Listyo, ada 659 kematian akibat COVID-19.


"Kami sangat prihatin dengan meningkatnya COVID-19 di Kabupaten Kudus ini. Kami minta semua pihak termasuk TNI dan Polri agar lebih intensif dalam penanganan COVID-19," kata Listyo.


Dari data yang diterima, kata Listyo, jumlah warga terkonfirmasi Covid-19 sebanyak 7.975 orang, sembuh 5.918 orang, dan meninggal 659 orang. Hal ini menjadi perhatian khusus bagi dirinya dan Panglima dalam menangani COVID di Kabupaten Kudus.


“Ketersediaan tempat tidur di tujuh rumah sakit di Kabupaten Kudus juga semakin menipis karena dari 393 tempat tidur sudah terisi 359 tempat tidur atau 91 persen. Sementara ruang ICU dari 41 tempat tidur juga terisi 92 persen atau 38 tempat tidur,” katanya.


Lonjakan kasus COVID-19 di Kudus terjadi karena saat libur Lebaran tempat wisata ramai


Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi mengungkapkan, ada beberapa penyebab melonjaknya jumlah kasus COVID-19 di Kudus. Pertama, saat libur lebaran 2021, tempat wisata di Kudus ramai pengunjung.


“Tempat wisata ramai tapi lengah pemberlakuan sistem mikro PPKM-nya,” kata Nadia saat dihubungi hari ini.


Kedua, karena kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan juga rendah. Ketiga, pada saat yang sama, pengawasan pemerintah daerah terhadap penegakan aturan protokol kesehatan masih lemah.


“Tracking kasus (COVID-19) juga belum optimal,” katanya.


No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Your Ad Spot