Omnia Slot - Anak mantan Presiden Mozambik, Ndambi Guebuza saat menghadiri persidangan pada Selasa (31/8/2021). (twitter.com/AllexandreMZ)
Seorang putra mantan Presiden Mozambik bernama Ndambi Guebuza pada Senin (30/8/2021) mengelak menerima suap dari utang negara yang dirahasiakan. Bahkan utang yang diambil beberapa tahun lalu telah menyebabkan negara di Afrika bagian selatan itu jatuh ke dalam krisis keuangan.
Selain terjerumus ke dalam krisis keuangan, Mozambik dalam beberapa tahun terakhir juga mengalami krisis kemanusiaan. Pasalnya, negara tersebut harus menghadapi serangan kelompok jihad yang berafiliasi dengan ISIS di Provinsi Cabo Delgado.
Ndambi menghadapi persidangan kedua atas skandal rahasia utang negara
https://twitter.com/ViveCongo/status/1432693328869568520?s=20
Anak pertama mantan Presiden Armando Guebuza, bernama Ndambi Guebuza, merupakan salah satu dari 19 terdakwa yang saat ini sedang menjalani persidangan di Maputo. Pasalnya, ia diduga terlibat kasus korupsi skandal utang negara senilai US$ 2 miliar atau Rp. 28,5 triliun yang disembunyikan pada 2013.
Dilansir dari Publico, pada sidang kedua ini, Ndambi tetap menolak terlibat kasus korupsi dan menerima suap. Bahkan, dia juga mengaku tidak pernah mempengaruhi ayahnya terkait kesepakatan proyek dengan Privinvest yang berbasis di Abu Dhabi.
Selain itu, dia juga mengaku tidak mengenal seluruh 18 terdakwa dalam kasus korupsi ini dan hanya mengenal Bruno Langa yang merupakan rekan dekatnya. Ndambi juga mengatakan, "Pertama kalinya saya berbicara dengan Gregorio Leao adalah saat ini ketika kita mendekam di dalam penjara Lingamo."
Ndambi dituduh menerima uang sebesar Rp 470,8 miliar
https://twitter.com/MiramarTv/status/1432277128259715075?s=20
Sedangkan Ndambi dituding menerima uang sebesar US$33 juta atau Rp 470,8 miliar dari perusahaan pelayaran internasional Privinvest. Tindakan gratifikasi ini digunakan untuk meyakinkan ayahnya yang saat itu menjabat sebagai presiden untuk menerima proyek perlindungan maritim.
Sesuai kontrak dengan Privinvest, ketiga perusahaan tersebut kemudian mengajukan utang dan menerima dana sebesar Rp. 28,5 triliun dari bank internasional untuk pembelian kapal penangkap ikan tuna dan kapal pengawas.
Kemudian, auditor independen menemukan sebanyak 500 juta dollar AS atau Rp. 7,1 triliun pinjaman. Tapi utang negara tetap rahasia dari parlemen dan tetap tidak terhitung, dikutip oleh Africa News.
Uji coba akan diperpanjang hingga November
https://twitter.com/AllexandreMZ/status/1432623455359356932?s=20
Dilansir dari DW, Rabu (1/9/2021) Pengadilan Negeri Maputo berencana mendengarkan keterangan Bruno Langa yang merupakan sahabat Ndambi Guebuza. Langa terbukti menerima 8,5 juta dollar AS atau Rp. 121,3 miliar dari Jean Boustani sebagai negosiator untuk Privinvest.
Sementara itu, proses persidangan yang rumit membuat interogasi memakan waktu lebih lama dari yang diperkirakan sebelumnya, sehingga persidangan akan berlanjut hingga November. Selain itu, pengadilan juga akan memanggil Jean Boustani selaku pemilik Abu Dhabi Mar yang membuat proposal bisnis tersebut.
Ndambi sebelumnya telah ditangkap dan ditahan oleh otoritas Mozambik sejak 2019. Sementara itu, skandal utang ini mengudara sejak 2016 dan menyebabkan IMF memotong bantuan keuangan ke Mozambik yang mengakibatkan gagal bayar utang dan jatuhnya mata uang, dikutip dari Berita Afrika.


No comments:
Post a Comment