Ilustrasi, sumber foto: Shutterstock
Time anxiety atau kecemasan waktu adalah suatu kondisi ketika kamu merasa cemas dan takut bahwa kamu tidak dapat memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya. Jika dibiarkan, kecemasan dan ketakutan akan mengganggu produktivitas di tempat kerja.
Melansir Rescue Time, kecemasan akan waktu tidak hanya sekedar merasa kewalahan pada waktu-waktu tertentu, tetapi bisa menghuni pada diri kita selama berhari-hari. Lantas, bagaimana cara mengetahui jika kamu mengalami time anxiety? Berikut beberapa tanda yang perlu diperhatikan.
1. Khawatir terlambat
Meski ada istilah “jam karet”, sebenarnya terlambat dianggap sebagai kebiasaan buruk. Kita tentunya tidak ingin terlihat tidak dapat diandalkan hanya karena kita terlambat dalam beberapa hal.
Disadari atau tidak, khawatir terlambat akan membuat kita kewalahan dan stres yang menyebabkan kecemasan terus-menerus. Saat kamu merasakannya, itu pertanda kamu sedang mengalami time anxiety.
Mengutip Healthline, Dr. Alex Lickerman, MD, mengatakan bahwa stres karena kemungkinan terlambat bisa membuat kita terus-menerus gelisah.
Tak hanya itu, kecemasan seiring berjalannya waktu juga berdampak pada mood. Misalnya, seseorang yang terlambat beberapa menit akan merasa kesal atau marah pada dirinya sendiri. Sungguh menyebalkan, bukan?
2. Selalu merasa terdesak waktu
Situasi yang didesak waktu atau tenggat waktu alias deadline pasti menuntut kita untuk melakukan sesuatu dengan lebih cepat, kita bahkan dapat melakukannya dengan tergesa-gesa. Waspada, perasaan ini merupakan salah satu tanda yang menyertai time anxiety.
Menurut Healthline, kecemasan waktu bisa memicu keinginan untuk segera berpindah dari satu tugas ke tugas lainnya karena takut membuang-buang atau kehilangan waktu.
Perasaan gusar akibat kemungkinan terlambat pada poin pertama secara tidak langsung menstimulasi otak untuk lebih waspada terhadap waktu yang terbuang percuma. Oleh karena itu, seseorang yang dilanda kecemasan waktu akan selalu merasa didesak oleh waktu dengan maksud tidak ingin kehilangan banyak waktu pada akhirnya. Wah, rumit sekali ya.
3. Memiliki kecenderungan untuk menunda-nunda
Sebuah studi ilmiah tentang kebiasaan suka menunda-nunda (procrastination) yang diterbitkan oleh Canadian Center of Science and Education pada tahun 2015 mengungkapkan bahwa kecemasan merupakan salah satu faktor penyebab kebiasaan tersebut. Kecemasan lebih diartikan sebagai rasa cemas dan ketakutan akan kegagalan.
Sederhananya, seseorang yang memiliki kecemasan dan takut gagal akan memiliki kecenderungan untuk menunda-nunda. Orang tersebut akan merasa kehabisan waktu untuk memperbaiki skenario buruk yang tidak selalu terjadi. Pada akhirnya, dia tersesat dalam pikirannya sendiri alih-alih mulai bertindak.
4. Tidak pernah merasa cukup dengan apa yang dilakukan
Pernahkah kamu merasa tidak mampu atau tidak puas dengan apa yang kamu lakukan? Biasanya itu terjadi karena kamu merasa waktu berjalan begitu cepat. Alhasil, alih-alih menghargainya, kamu berpikir bahwa jika kamu punya lebih banyak waktu, hasilnya akan jauh lebih baik. Berhati-hatilah, ini juga bisa menjadi tanda bahwa kamu mengalami time anxiety.
Melansir Healthy Place, seseorang akan cenderung menginginkan lebih banyak waktu. Kemudian, ketika apa yang dia lakukan pada waktu itu tidak memenuhi harapan, dia akan diliputi oleh kecemasan yang luar biasa. Oleh karena itu, berhentilah merasa bahwa kamu tidak pernah merasa cukup dengan apa yang kamu lakukan jika kamu ingin bebas dari segala kecemasan.
5. Merasa bahwa telah banyak melewatkan kesempatan tertentu
Waktu akan terasa sangat terbatas bagi seseorang yang mengalami kecemasan waktu. Misalnya, seseorang yang merasa kehilangan kesempatan untuk mewujudkan prestasi tertentu di usianya saat ini. Lebih jauh lagi, dia akan merasa sangat cemas memikirkan tentang bagaimana jika dia tidak bisa mengejar ketinggalan.
Melansir New Scientist, kehidupan yang diselimuti pikiran ketidakpastian dapat memicu ketakutan dan kecemasan. Sebuah studi dalam Journal of Abnormal Psychology tahun 2013 juga menyebutkan bahwa seseorang yang terlalu sering merefleksikan hal-hal buruk akan memiliki risiko lebih tinggi mengalami depresi dan kecemasan.
Oleh karena itu, kurangi merenungkan atau pemikiran tentang skenario buruk yang berpotensi menurunkan tingkat produktivitas dan memicu risiko kecemasan yang tinggi.
Time anxiety atau kecemasan tentang waktu yang berlebihan yang mengganggu kualitas hidup memerlukan intervensi medis. Namun, jika masih dalam tahap awal, atasi dengan memahami apa penyebab kecemasan tersebut. Setelah itu, praktikkan meditasi atau mindfulness yang bertujuan untuk fokus pada apa yang terjadi secara sadar dan menerimanya tanpa menghakimi.
Situs Poker Online, Poker88, Agen Judi Poker Online

No comments:
Post a Comment