Menkes Atur Prioritas Vaksinasi untuk Lansia Terkait Stok Menipis - TRIANGULAR

Home Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Your Ad Spot

Friday, April 9, 2021

Menkes Atur Prioritas Vaksinasi untuk Lansia Terkait Stok Menipis

 

Ilustrasi, sumber foto: antarafoto


Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin akan memperjelas prioritas vaksinasi COVID-19 karena terbatasnya pasokan vaksin. Hal tersebut dipicu oleh embargo di beberapa negara produsen vaksin.


Prioritas ditetapkan berdasarkan risiko terpapar. Data Kementerian Kesehatan menunjukkan dari 1,5 juta yang terpapar, sebanyak 10 persen adalah lansia di atas 60 tahun, sedangkan dari 100 persen yang meninggal, 50 persen adalah lansia.


Oleh karena itu, karena ketersediaan vaksin yang terbatas pada bulan April akan diarahkan untuk disuntikkan kepada para lansia.


“Jadi kelihatan sekali bahwa teman-teman kita di atas 60 tahun itu berisiko tinggi. Kalau kita lihat yang masuk rumah sakit yang wafat untuk non lansia hanya sekitar 10 persen dari total yang masuk, tapi kalau lansia hampir tiga kali lipat," katanya seperti dikutip laman Kemkes.go.id , Rabu (7/4/2021).


Negara produsen vaksin COVID-19 lakukan embargo


Menurut Budi, negara-negara Eropa dan beberapa negara di Asia seperti India, Filipina, Papua Nugini, serta beberapa negara di Amerika Selatan seperti Brasil, mengalami lonjakan ketiga kasus aktif COVID-19.


Akibatnya, negara-negara penghasil vaksin di lokasi-lokasi tersebut telah mengarahkan produksi vaksin tidak bisa diekspor, hanya digunakan di negaranya masing-masing.


Jumlah vaksin yang tersedia hanya 20 juta dosis


Kondisi ini mempengaruhi ratusan negara di dunia termasuk Indonesia. Sehingga jumlah vaksin yang tersedia untuk bulan Maret dan April masing-masing sebanyak 15 juta dosis atau total 30 juta dosis, hanya tersedia 20 juta dosis.


“Kita atur kembali sehingga kenaikannya tidak secepat sebelumnya. Karena memang vaksinnya yang berkurang suplainya,” kata Budi.


Menteri Kesehatan berharap kasus COVID-19 dapat segera dikendalikan


Mantan Wakil Menteri BUMN itu berharap kondisi pandemi di sejumlah negara tempat produksi vaksin bisa dikendalikan kembali. Pihaknya juga akan melanjutkan negosiasi dengan negara produsen vaksin.


“Mudah-mudahan bulan Mei bisa kembali normal sehingga kita bisa melakukan vaksinasi dengan rate seperti sebelumnya yang terus meningkat,” imbuhnya.

Situs Poker Online, Poker88, Agen Judi Poker Online

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Your Ad Spot